mengampuni
seringkali ya, mengampuni itu menjadi hal yang sangat sangat sulit buat dilakukan. bahkan terhadap diri sendiri sekalipun…
kalau sudah kayak gini, kita sama aj kayak numpuk luka.
numpuk luka yang kecil mungkin gak terasa, tapi kalo terus ditumpuk, yang ada luka itu akan makin menganga dan makin dalam.
mungkin aja luka itu berasal dari kehidupan keseharian kita, sadar atau gak sadar…hal2 kecil yang kita udah anggep kebiasaan padhal sebenarnya menyakiti hati perlahan tapi pasti…
mungkin orang2 terdekat kita seringkali melukai kita tanpa bermaksud untuk begitu, atau itu hanya sekedar kebiasaan belaka…apapunlah..
nah, hidup dengan hati yang luka tentunya gak enak kan? biarpun toh katanya kita bisa mengubur dalam2 luka tersbut, ada suatu saat nanti dimana luka itu akan bocor, dan kita harus menambalnya dengan tangis..
tapi, hidup dengan membawa luka apakah enak untuk dijalani?
saya rasa tidak.
bukankah kita akan lebih berbahagia jika luka kita sembuh, dan meskipun meninggalkan bekas, tetapi tetap saja ketika menilik bekasnya tidak ada lagi sakit yang menyiksa?
itulah gunanya mengampuni. mengampuni si oknum pembuat luka di hati kita, yg secara sadar ato gak sadar mungkin jadi penyebab utama luka di hati kita…luka itu bisa berasal dari bermacam-macam lo…hinaan, ejekan, bahkan becandaan yang kelyatannya sepele dan gak penting..
mengampuni memang bukan berarti melupakan, maka dari itu kita tetap akan punya bekas..tapi paling gak, dengan mengampuni, kaki kita akan lebih mudah dan ringan untuk melangkah kmana mana.
masalah sendiri bukan berarti datang dari orang lain, bisa aja kita sendiri yang bikin masalah tersbut. kita secara gak sadar membuat luka bagi diri kita sendiri, karena kita tidak merasa sayang sama badan dan jiwa kita.
gak percaya? banyak lo kasusnya…kita tergolong melukai diri kita jika kita udah gak menghargai diri kita sendiri. dalam bentuk apapun, fisik maupun mental.
kalo udah gitu, seringkali kita merasa hidup kita ini gak berguna…kalo sudah gitu, yang harus kita lakukan adalah bersyukur pada Tuhan dan mulai mengampuni diri sendiri. percaya atau gak, itu terserah anda, tapi dari sudut pandang saya…hanya dengan bersyukur kepada Tuhan dan mencintai diri apa adanya, itu berarti titik awal dari kehidupan yang lebih ringan….
mengampuni dan berbahagia..bukannya itu yang manusia cari?
selamat mengampuni!
ameL