hubungan kompleks pria dan wanita
ternyata hubungan antara pria dan wanita dapat dijelaskan dengan teori mata kuliah yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. sperti dapat dijelaskan, jika sepasang insan bertengkar [tsah..bahasanya....], kita bisa menjelaskannya melalui perspektif mata kuliah conflict resolution.
betul itu. tidak percaya?
mari kita buktikan.
jika dalam sebuah hubungan terjadi pertengkaran [aka KONFLIK], maka haruslah kita mencari solusi untuk memperbaikinya, bukan begitu?
nah, itulah gunanya di HI kita belajar tentang conlict resolution. dalam mata kuliah tersebut diajarkan teori dan terapan serta sifat dari berbagai macam konflik yang terjadi, sehingga kita bisa memperkirakan solusi apa saja yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
dalam sebuah konflik, tentu saja ada pihak yang bertikai. mari kita anggap itu adalah pihak A dan pihak B [ato dalam hal hubungan, perempuan dan laki2]. asumsinya adalah, kita menganggap kedua pihak yang bertikai ini adalah pihak yang rasional dan dapat membedakan yang baik dan yang buruk (kasarnya, gak bodohlah….)
nah, pihak2 yang bertikai ini tentu saja mempunyai persepsi yang berbeda tentang apa yang terjadi di dalam konflik. bisa saja pihak A menganggap bahwa konflik terjadi karena hal X, padahal ternyata pihak B menganggap konflik ini terjadi karena hal Y.
dari sini aj kita lihat, konflik gak akan selesai2. knapa? yah…yg diributin aj beda gitu makssudnya kan…gmana mau mencapai kesepakatan? begitu juga dalam hubungan, perempuan dan laki2 itu diciptakan berbeda satu sama lain, gak sama, punya kelebihan pemikiran dan kekurangannya masing2. hal ini yang membuat mereka dikala terlibat konflik, mempunyai pemikiran yang amat berbeda secara mendasar tentang apa yang menjadi sebab konflik.
sehingga salah satu solusi yang dapat dicapai adalah hanya dengan cara KOMPROMI dan mencoba untuk lebih saling MENGERTI satu sama lain akan kekurangannya.
sebenernya gak susah kan?
tapi kadang pemikiran GENGSI dan HARGA DIRI kerap menghalangi jalan damai ini. banyak banget alasan yang dikemukakan untuk tidak mau memulai langkah damai ini, sehingga kebanyakan sampai akhir masalah tetap terbengkalai, atau bahkan mungkin makin membengkak jadi borok yang susah diselesaiin.
inilah…makanya…balik lagi ke sifat manusia yang penuh EGO. coba kalo kita mau buang gengsi kita barang sedikit, membuang harga diri barang sedikit, hidup yang lebih damai dan bahagia niscaya akan terbuka jalannya…kenapa sih untuk melakukan kayak gitu susahnya kayak ngeburu teroris??
Tuhan Yesus aj (in my faith), mau merendahkan HARGA DIRINYA sebagai ANAK ALLAH di kayu salib untuk ngasih solusi akan dosa2 manusia (agar manusia bisa diampuni…padahal Dia gak salah apa2 gitu…), masa kita manusia yang udah dikasih contoh gak bisa berbuat kayak gitu barang secuil doank?
memang sih, manusia itu banyak kekurangan dan sering buat dosa. tapi bukan berarti manusia gak bisa berubah jadi lebih baik kan?
mumpung paskah belum lama lewat, ini bisa jadi momentum bagi kita buat instropeksi dirilah….jangan tinggi hati ato banyak gengsi, meskipun gak gampang…ayo dicoba!
jadikan momen ini untuk mengakhiri konflik anda!
cheers,
amel.yang.juga.sedang.belajar.untuk.gak.gengsi2an….
happy easter moment!
LOVE
March 26th, 2008 at 8:09 pm
Susah amat bahasanya mel… gue baru baca 3 kalimat udah puyeng. hehee.. apa karena jurusan kita beda yah??
March 27th, 2008 at 3:31 am
beeeb,, bahasanya susah yaah,, hehee,,
March 27th, 2008 at 8:08 am
beda jurusan aj kali..kalo lu ngomong pake pasal2 jg blom tentu gw ngerti…hahaha….